Tingkatkan Kualitas Pembinaan Atlet, Komisi Equestrian Akan Gelar 10 Kejuaraan Tingkat FEI
Musim kompetisi tahun 2025 lalu, Komisi Equestrian menjadi komisi tersibuk terutama dalam hal penyelenggaraan kejuaraan-kejuaraan berkuda. Beragam kejuaraan baik tingkat daerah, nasional, dan internasional berhasil digelar untuk memberikan wadah pembinaan bagi para atlet Equestrian yang telah berkembang secara masif di seluruh negeri.
Semua itu selaras dengan keinginan PP PORDASI dalam rangka mengembangkan kemampuan para atlet terutama pada event-event dibawah pengawasan FEI sebagai Lembaga olahraga Equestrian dunia seperti FEI CSIs International Jumping Competition, FEI CSI 1* World Jumping SEA League, FEI Jumping World Challenge, dan FEI CDI Dressage.

Event Talent Scouting juga menjadi satu gebrakan positif Komisi Equestrian dalam mempersiapkan para atlet menuju ajang SEA Games Thailand 2025 yang dipadukan keberhasilan menggelar Kejurnas Equestrian 2025, dimana Kontingen Jawa Barat Berjaya dalam meraih gelar juara nasional untuk keempat kalinya secara beruntun.
Puncak Raihan prestasi adalah Ketika Tim Equestrian Indonesia yang berlaga di ajang SEA Games Thailand 2025 berhasil menyumbangkan 2 medali emas, 2 medali perak, dan 2 medali perunggu bagi Kontingen Indonesia yang juga berhasil menembus peringkat kedua juara umum pada event tersebut dibawah tuan rumah Thailand.
Dalam pemaparan program kerja tahun 2026 dihadapan Sidang Rakernas PP PORDASI 2026 yang digelar di Labuan Bajo NTT pada 23-24 Januari 2026 lalu, Ketua Komisi Equestrian, Rafiq Radinal Hakim mengemukakan beberapa poin penting yang akan menjadi titik konsentrasi Komisi Equestrian dalam mengembangkan olahraga tersebut khususnya didalam negeri serta upaya menembus prestasi ditingkat regional dan internasional.

“Untuk tahun 2026, Komisi Equestrian akan menggelar 10 kejuaraan tingkat internasional yang terdaftar di FEI terdiri dari 7 untuk disiplin Show Jumping dan 3 untuk disiplin Dressage. Beberapa kejuaraan-kejuaraan tingkat daerah juga akan dilaksanakan disepanjang tahun 2026,” ungkap Rafiq Hakim Radinal.
Lanjut Rafiq, pekerjaan rumah terbesar di tahun 2026 ini adalah mempersiapkan atlet-atlet berkuda dalam rangka menghadapi gelaran Asian Games Nagoya 2026, mulai dari ajang seleksi, pemusatan latihan, hingga keberangkatan atlet ke Jepang pada bulan September 2026 mendatang, menurutnya, dengan tenggang waktu yang singkat, tentu semua kegiatan persiapan harus dilakukan dengan sistematis dan terprogram.
“Terkait pembinaan untuk para tenaga official, di tahun ini PP PORDASI akan membantu para tenaga official yang diwajibkan untuk mengikuti maintenance course secara offline. Dari situ para tenaga official nantinya akan diperbanyak dengan memanfaatkan fasilitas gedung kantor PP PORDASI yang baru dan memiliki ruang untuk seminar dan pelatihan. Jadi kedepannya akan ada pelatihan-pelatihan tingkat nasional dan internasional yang dilaksanakan di Indonesia,” sambung Rafiq Hakim Radinal.
Selain Asian Games Nagoya 2026, Rafiq menjelaskan bahwa di tahun ini juga ada salah satu atlet junior Indonesia yang akan bertanding di Final Jumping World Challenge dan mudah-mudahan bisa menembus ke ajang Summer Youth Olympics Games pada bulan November 2026 mendatang. Menurut Rafiq, semua kegiatan tersebut akan bermuara pada program Road to Olympic LA 2028, dimana umumnya FEI akan mulai menggelar ajang kualifikasi sebagai syarat menuju event olimpiade tersebut.
Dibagian akhir, Komisi Equestrian juga memaparkan program pengembangan olahraga berkuda Endurance yang masih merupakan bagian dari Equestrian. Keberhasilan menggelar babak kualifikasi jelang pelaksanaan PORPROV Jawa Barat 2026, olahraga Endurance memiliki dua alokasi pertandingan yakni pada PORPROV Jawa Barat dan menjadi bagian dalam penyelenggaraan Indonesia Rider Cup 2026 yang rencananya akan digelar pada bulai Mei 2026 di YONKAVKUD I Sembrani Parongpong Jawa Barat.
Meskipun belum sepopuler disiplin Show Jumping, Dressage, dan Eventing, olahraga Endurance tercatat pernah dipertandingkan dalam Kejurnas Equestrian 2023 dan PON Aceh Sumut 2024. Sulitnya menyiapkan lahan untuk membangun lintasan pertandingan memang menjadi kendala utama olahraga tersebut untuk berkembang. Data saat ini, olahraga Endurance hanya memiliki 3 lokasi yang dapat direkomendasikan untuk menggelar pertandingan yaitu YONKAVKUD I Sembrani, Kawasan di wilayah Lampung, dan Serdang Berdagai Sumatera Utara (eks PON Aceh Sumut 2024).